Sabtu, 28 April 2012

Saatnya Lestarikan Kembali Lagu Daerah !

Belakangan ini lagu daerah di Indonesia semakin terasingkan. Banyak generasi muda yang mengaku tidak hafal bahkan tidak tahu lagu daerah di Indonesia itu seperti apa. Berbeda saat mereka ditanyai lagu pop ataupun lagu mancanegara. Nampak begitu hafal dan fasih saat mereka menyanyikannya. Bahkan anak-anak balita pun kini sudah banyak yang hafal lagu-lagu pop yang cenderung bernuansa percintaan. 

Kondisi ini diperparah dengan minimnya kesadaran generasi muda untuk terus melestarikan lagu-lagu daerah. Padahal lagu daerah merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya nenek moyang kita dan budaya bangsa ini secara umum. Lagu daerah juga mengandung nilai-nilai moral yang bermanfaaat bagi pengembangan karakter bangsa. Selain itu, lagu daerah pada umumnya memiliki legenda atau sejarah yang berbeda-beda sesuai dengan asalnya. 

Namun kini seiring gempuran lagu-lagu pop dan lagu-lagu mancanegara akhirnya lagu daerah semakin tersingkir posisinya. Lagu-lagu pop yang bernuansa cinta lebih digandrungi oleh para kawula muda. Lagu-lagu mancanegara juga lebih akrab di telinga generasi muda Indonesia, ketimbang lagu-lagu daerah-nya. 

 Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang merasa malu saat lagu daerahnya didendangkan. Banyak generasi muda yang berasumsi bahwa lagu dearah itu semacam barang jadul, terlalu ndeso, gak penting banget, dan sebagainya. 

Sebut saja lagu “Gundul Pacul dan Gambang Suling” asal Jawa Tengah, yang kini semakin jarang terdengar ditelinga kita. Lirik lagunya yang begitu harmoni itu kini hanya bisa didengar saat event-event tertentu saja. Nasib tragis juga menimpa lagu “Rasa Sayange” asal Maluku, yang pernah diklaim oleh negara tetangga. Akhirnya seperti biasa, bangsa ini begitu reaktif dalam menanggapinya. Setelah itu seiring berjalannya waktu lagu “Rasa Sayange” pun seperti dilupakan kembali. 

 Ini merupakan fakta yang ironis sekali. Boleh saja menggandrungi lagu-lagu mancanegara. Sah-sah saja menyanyikan lagu-lagu pop yang cenderung bernuansa cinta. Namun jangan sampai hal itu membuat lagu daerah semakin terasingkan. Lagu daerah sebagai salah satu asset budaya bangsa ini harus terus dijaga dan dilestarikan. 

Generasi muda harus terus disadarkan bahwa lagu daerah amat berharga bagi masa depan negara ini. Tidak perlu menunggu ada negara lain yang mengklaim lagu daerah asal Indonesia baru bangsa ini bereaktif. Sudah selayaknya lagu daerah kita jaga dan lestarikan bersama. Lembaga pendidikan dan masyarakat pada umumnya perlu menanamkan kepada anak-anak sejak dini agar terbiasa mencintai lagu daerah. Saatnya tunjukkan kebanggaan kita terhadap lagu daerah sebagai wujud cinta budaya Indonesia!

Tips Hindari Pelecehan Bagi Wanita

Kasus perkosaan maupun pelecehan seksual terhadap kaum wanita beberapa tahun terakhir ini mengalami peningkatan seiring maraknya peredaran film ataupun video berbau porno baik lewat internet maupun media lainnya. Lihat saja mulai dari kasus pelecehan seksual yang terjadi di dalam Busway Trans Jakarta hingga beberapa kasus perkosaan yang terjadi di dalam angkot. 

 Bahkan pada beberapa kasus perkosaan pelaku tega menghabisi nyawa korbannya yang sudah tak kuasa melawan aksi bejatnya. Beberapa tempat yang selama ini menjadi sasaran empuk para pelaku antaralain terminal, halte, dalam angkot, dan tempat-tempat yang relative dalam kondisi sepi lainnya. 

Akhir-akhir ini Pemerintah melalui aparat penegak hukum dan dinas terkait lainnya memang telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir terjadinya tindakan pelecehan seksual maupun perkosaan terhadap para kaum wanita. Misalnya saja dengan menyediakan fasilitas gerbong kereta api khusus bagi wanita, merazia dan menindak tegas angkot-angkot nakal, dan sebagainya. 

Namun ironisnya kejadian serupa masih saja terjadi dengan berbagai modus. Ini artinya kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, namun juga karena ada kesempatan. Untuk itu berikut saya berikan beberapa tips sederhana (namun mudah-mudahan jitu) bagi Anda khususnya para kaum wanita agar terhindar dari tindakan pelecehan seksual maupun perkosaan. 

Pertama, biasakanlah berdoa memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa sebelum Anda bepergian. Kedua, apabila Anda suka memakai perhiasan saat bepergian, sebaiknya janganlah terlalu berlebihan. Apalagi jika Anda bepergian sendirian. Karena hal itu bisa memancing niatan jahat para pelaku criminal. Akan lebih aman lagi kalau Anda memakai aksesoris biasa. 

 Ketiga, Saat Anda sedang bepergian sendirian tanpa ada yang menemani, sebaiknya hindari lokasi yang terkenal rawan kejahatan. Misalnya saja gang-gang sempit yang gelap dan sepi. Keempat, jika memungkinkan bagi Anda para kaum wanita sebaiknya selalu membawa teman saat bepergian yang lokasinya cukup jauh dan beresiko. Terlebih lagi jika waktu bepergiannya pada malam hari. Tentu akan lebih tenang dan nyaman kalau ada yang menemani. 

Kelima, demi keamanan dan kenyamanan bersama bagi Anda para kaum wanita sebaiknya kenakanlah pakaian yang sopan saat bepergian. Dalam artian pakaian jangan terlalu vulgar (seksi). Sebab dengan mengenakan pakaian yang terlalu vulgar sama halnya Anda memberi kesempatan timbulnya niat cabul orang-orang di sekitar Anda. 

 Keenam, jangan mudah tergoda dengan rayuan atau iming-iming orang yang baru saja Anda kenal. Terlebih lagi kalau kenalnya hanya lewat dunia maya. Sebab sudah banyak kasus penculikan yang berujung perkosaan hingga bahkan pembunuhan yang berawal dari kenalan lewat jejaring sosial. 

Ketujuh, untuk menghindari tindakan pelecehan seksual maupun perkosaan bagi Anda para kaum wanita sebaiknya belajarlah beladiri. Paling tidak beladiri khusus untuk perempuan. Kedelapan, bagi Anda yang tidak punya waktu luang ataupun enggan belajar beladiri, sebaiknya selalu sediakan alat sederhana untuk perlindungan diri. Misalnya saja jarum pentul, peniti, bubuk mrica/cabai, maupun alat kejut lainnya untuk melumpuhkan penjahat ketika Anda dalam situasi terdesak. 

Kesembilan, selalulah waspada dan berserah diri mohon perlindungan kepada Tuhan. Sebab tindakan pelecehan seksual maupun perkosaan bisa menimpa siapa saja, dimanapun dan kapanpun itu saat ada kesempatan. Untuk itu mari bersama lindungi para kaum wanita. Stop pelecehan seksual dan perkosaan mulai dari sekarang!

Rabu, 25 April 2012

Hadirkan Kembali Semangat Kartini

 Tanggal 21 April merupakan salah satu moment yang istimewa bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal tersebut selalu diperingati sebagai Hari Kartini. Raden Ajeng Kartini merupakan sosok pejuang emansipasi wanita yang begitu tangguh. Tidak heran jika dari dulu hingga kini beliau tidak pernah lekang oleh waktu, walaupun keberadaannya jauh di alam sana. Namanya selalu dikenang, selalu dipuji, dan tidak pernah luput dari ingatan sejarah bangsa ini. Raden Ajeng Kartini begitu istimewa bukan karena merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, mantan bupati Jepara pada masa tahun 1900-an. Namun beliau dikenang bangsa ini karena perjuangan dan jasa-jasanya. 

Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari seorang Raden Ajeng Kartini. Diantaranya adalah semangatnya dalam memperjuangkan kesetaraan dan hak-hak perempuan masa itu. Terutama hak perempuan dalam memperoleh pendidikan yang setara dengan para kaum laki-laki. Melalui pendidikan yang berkualitas dan setara dengan kaum laki-laki, diharapkan para kaum perempuan bisa bangkit dan turut memajukan bangsa ini. Seiring berjalannya waktu kini cita-cita Raden Ajeng Kartini semasa hidupnya itu benar-benar telah terwujud. Bisa kita saksikan bersama, kini di sekolah-sekolah maupun kampus justru banyak peserta didik perempuan yang tampil sebagai juara. Banyak pula perempuan yang saat ini mampu menduduki posisi penting dalam pemerintahan baik itu sebagai bupati, Kapolres, wakil Gubernur, menteri, hingga bahkan Presiden. 

Semua itu tidak bisa terlepas dari semangat Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita pada zaman dulu kala. Sehingga sekarang ini para kaum wanita bisa bebas berekspresi dan menentukan jalan hidupnya sendiri. Posisi antara laki-laki dan wanita adalah sama, kecuali dalam menjalankan peran sebagai bawaan yang sifatnya kodrat Ilahi. Maka sudah seharusnya tidak ada lagi istilah “pingit”, tidak ada lagi yang namanya KDRT, tidak ada lagi kasus aborsi dan diskriminasi terhadap perempuan dalam bentuk lainnya. Nyatanya kasus-kasus tersebut akhir-akhir ini masih terus terjadi bak jamur yang tumbuh subur di negeri ini. 

Maka dari itu sudah saatnya melalui moment peringatan Hari Kartini ini, kita bangkitkan kembali semangat Kartini tersebut dalam berbagai aspek kehidupan. Jangan sampai peringatan Hari Kartini yang terjadi setiap tahunnya hanya sekedar seremonial belaka. Peringatan Hari Kartini harus dimaknai dan dihayati secara mendalam sebagai introspeksi generasi Kartini era modern. Masyarakat juga harus terus dihimbau dan disadarkan bahwa posisi antara laki-laki dan perempuan adalah setara. Maka dari itu jangan ada lagi diskriminasi terhadap kaum perempuan dalam bentuk apapun itu. Negara dalam hal ini Pemerintah juga wajib menjamin perlindungan atas hak-hak kaum prempuan, termasuk terwujudnya kesetaraan gender.

Kobarkan Semangat Anti Kekerasan !

SPEAK UP! 

 

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Stop kekerasan! 

 

Hal-hal yang mengenai aksi anarkhisme, vandalisme, premanisme dan perilaku sok jagoan lainnya harus segera dihentikan dengan upaya dan kesadaran bersama. 

 

Indonesia, Bangkit & Berjayalah! #Care for Indonesia

Selasa, 24 April 2012

Pengantara Penulis tentang Buku "OPERA VAN INDONESIA"



Buku sederhana yang berjudul Opera Van Indonesia (Habis Merdeka Terbitlah Kejayaan) ini memuat kumpulan esai, catatan serta opini hasil olah pikir dan pengamatan penulis. Beberapa diantara tulisan pernah dimuat di media cetak; seperti Harian Kompas, Kedaulatan Rakyat, Harian Jogja, dan sebagainya. Serta News Media online; seperti Okezone.com, Kompasiana.com, HarianJogja.com, dan sebagainya. Melalui buku sederhana ini penulis mencoba melukiskan Indonesia dari berbagai sudut pandang serta permasalahan yang ada di dalamnya. Baik itu sosial, politik, budaya maupun pendidikan dan humaniora. 

 Dalam buku Opera Van Indonesia (Habis Merdeka Terbitlah Kejayaan) ini, penulis menggunakan tagline Speak Up: Nasional-is-me! Hal ini dimaksudkan untuk mengobarkan semangat nasionalisme dalam jiwa para pembaca sekalian. Buku ini tercipta atas dorongan rasa keprihatinan dalam hati penulis akan kondisi bangsa dan negara Indonesia sekarang ini. Yang mana sudah sekian lama bangsa ini merdeka, namun masih saja belum berjaya. Masalah demi masalah silih berganti terus menguji seberapa kokoh semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

 Pembelian Klik di SINI

Penulis sangat berharap buku ini akan memberikan manfaat positif yang sebesar-besarnya bagi nusa, bangsa dan negara Indonesia. Terlebih kepada masyarakat sekalian yang telah rela membeli dan meluangkan waktu untuk membaca buku sederhana ini. Dalam penulisan buku ini, sejujurnya tidak ada sedikitpun maksud untuk menyinggung, menyakiti, menghina, memprovokasi, ataupun niatan jelek lainnya. Buku sederhana ini semata-mata penulis persembahkan untuk menggelorakan semangat nasionalisme dan cinta tanah air dalam jiwa masyarakat Indonesia tercinta. Melalui buku ini penulis ingin mengajak pembaca sekalian, mari bersama-sama belajar mengenal dan mencintai Indonesia. Terus berpartisipasi aktif dan berkontribusi positif demi terbitnya masa kejayaan Nusantara yang kita impikan bersama.

 

MOHON PERHATIAN !

Seluruh royalti hasil penjualan buku sederhana  ini nantinya akan dihibahkan guna mendukung aksi #Care For Indonesia yang saat ini sedang mulai dirintis oleh sang penulis. Seperti halnya: bantuan untuk Panti Asuhan, bantuan untuk pendidikan di daerah terpencil, bantuan sosial untuk masyarakat kurang mampu, pengadaan buku bacaan dan perlengkapan sekolah bagi anak kurang mampu, dan seterusnya. Kelak bila dana telah terkumpul akan di publish laporan penggunaannya.


Untuk info selengkapnya silahkan hubungi : admin@nulisbuku.com


Terimakasih atas perhatian dan partisipasi ANDA.

Tidak perlu menanti Pemerintah yang bergerak.

Mari buktikan aksi peduli Anda secara nyata ! :)

 

 

Kado Istimewa Untuk Indonesia: OPERA VAN INDONESIA

Buku Baru, Bertajuk Speak Up: Nasional-Is-me

"OPERA VAN INDONESIA"

HABIS MERDEKA TERBITLAH KEJAYAAN! 

Mari Bersama Membangun Negeri! 

 Seluruh royalti hasil penjualan buku “Opera Van Indonesia (Habis Merdeka Terbitlah Kejayaan)” akan dihibahkan untuk mendukung aksi #Care For Indonesia. 

Dari kita, Oleh kita, Untuk Indonesia! 

 

Kado Istimewa untuk Indonesia

 

Bagi Anda yang terketuk hatinya dan ingin membeli buku sederhana ini silahkan hubungi email berikut ini:

admin@nulisbuku.com 

 

Selengkapnya silahkan klik atau kunjungi: Opera Van Indonesia