Senin, 12 Maret 2012

Cinta Negeriku

Aku cinta Indonesia! Tuhan begitu baik telah menganugerahi negeri ini dengan hamparan alam yang begitu indah dan mengagumkan. Hamparan alam yang subur dengan keanekaragaman yang ada di dalamnya. Pulau Bali misalnya, keindahan dan harmoni alam di sana menjadi daya tarik yang tak pernah lekang oleh waktu. Daerah Istimewa Yogyakarta, yang sangat kental akan tradisi dan budayanya. Indonesia juga dikelilingi oleh pantai-pantai yang begitu indah nan mengagumkan.
Aku cinta Indonesia atas segala apa yang ada di dalamnya! Tentu semua orang punya cara sendiri untuk menunjukkan cintanya terhadap Indonesia. Apalagi seorang pemuda Indonesia, cinta dan bangga akan Indonesia sudah tentu menjadi kewajibannya. Maka melalui tulisan ini aku ingin mencoba kembali mengobarkan rasa cinta kita sekalian terhadap Indonesia, negeri kita tercinta ini. Aku melihat sebagian diantara sahabat kita mungkin mulai luntur rasa cintanya terhadap Indonesia. Tentu aku bisa pahami semua itu, kondisilah yang telah membuat sebagian diantara kita ini kehilangan rasa cinta dan bangganya kepada Indonesia. Aku melihat ada banyak hal dan faktor yang menyebabkannya. Diantaranya yaitu dampak negative dari arus globalisasi yang begitu cepat.
Hal lain yang semakin menggerus rasa cinta terhadap Indonesia adalah adanya berbagai masalah, kasus, dan skandal yang belakangan marak terjadi di Indonesia. Mulai dari masalah politik, ekonomi, pendidikan, kemiskinan, kesenjangan, dll. Itu semua turut membuat sebagian diantara sahabat kita kian kehilangan rasa cintanya terhadap Indonesia. Yang ada tinggalah apatisme dan rasa benci terhadap pemerintah. Di samping itu masyarakat pun selama ini lebih sering menuntut hak-nya terhadap Negara ketimpang memenuhi segala kewajiban-nya sebagai warga Negara yang baik.
Menurut aku paradigm-paradigma seperti di atas tidak perlu kita pelihara. Karena itu hanya akan membelenggu pikiran masyarakat Indonesia, yang pada akhirnya akan menghambat kemajuan bangsa. Bahkan bisa menimbulkan perpecahan diantara bangsa Indonesia itu sendiri. Marilah kita bersama merubah paradigma bangsa ini, jangan berfikir apa yang bisa Negara berikan untuk kita, namun coba pikirkan karya atau prestasi apa yang telah kita berikan atau bisa persembahkan untuk bangsa dan negera ini.
Maka dari itu walaupun Negara ini mungkin belum membuat kita nyaman hidup di dalamnya (jujur saja ya, hehe…,) tetap saja kita harus cinta dan bangga Indonesia. Jangan pusingkan dulu soal maraknya korupsi, masalah moral bangsa, masalah kemiskinan, masalah pengangguran, ataupun pendidikan. Semua itu jelas masih cukup memprihatinkan dan belum juga terselesaikan. Tak usah iri dulu-lah dengan Negara Jepang atau Singapura yang lebih maju dari Negara kita, jelas saja. Please jangan minder dulu dengan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia yang masih ketinggalan dari Negara-negara lain. Bangsa ini tak usah silau dulu dengan pencitraan atau predikat-predikat dari luar negeri.
Marilah kawan-kawan, kita buka mata hati dan nurani bangsa ini, ada yang jauh lebih penting dari semua itu. Lihatlah betapa indah hamparan alam Indonesia saudara-saudara. Lihatlah keramah-tamahan dan senyum tulus bangsa kita. Kita patut bangga akan semua itu. Negara lain belum tentu mempunyai apa yang bangsa Indonesia miliki selama ini, walaupun diakui mungkin jauh lebih modern dari kita.
Perlu kita sadari bersama guys, negeri kita ini terbentang luas dari Sabang sampai Merauke dengan beragam suku, agama, ras ataupun budaya. Namun dengan semangat Bhineka Tunggal Ika bangsa ini tetap bisa berdiri kokoh hingga sekarang ini. Walaupun berbeda-beda kita tetaplah satu Indonesia. Satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air Indonesia. Ini semua tentu “sesuatu banget” yang sangat membanggakan, bangsa ini dapat tetap bersatu dalam keragaman kawan-kawan.
Aku cinta negeriku! Aku ingin mengajak sahabat sekalian juga melakukan hal yang sama, mari cintai Indonesia! (nggak maksa kok kalau misalnya nggak mau, cuma mewajibkan! Hehe ) Guys, marilah kita bersama cinta dan bangga akan Indonesia. Tak perlu protes hanya karena negeri ini belum membuat kita nyaman hidup di dalamnya, karena mungkin saja itu akibat ulah atau kesalahan dari kita juga.
Tak perlu minder hanya karena kita masih kalah hebat dan modern dengan Negara lain. Coba kita hayati bersama, siapa lagi yang akan cinta dan bangga terhadap Indonesia kalau bukan bangsanya sendiri (kita semua kawan-kawan, hehe).

Kita harus inget, di balik kelemahan pasti menyimpan berbagai kelebihan yang ada di dalamnya. Begitu pula negeri kita ini kawan-kawan. Untuk itu marilah kita syukuri saja dulu apa yang ada pada negeri ini. Tentu di samping itu kita bersama berjuang demi kemajuan bangsa dan Negara ini. Aku yakin sekali bangsa Indonesia tidak kalah hebat dengan bangsa-bangsa lain.
Aku pikir bangsa Indonesia harus punya cara dan karakter sendiri untuk bisa diakui dan dihargai Negara lain. Janganlah kita suka “membebek” atau “mengekor” Negara lain. Banggalah menjadi diri sendiri, banggalah akan jati diri Indonesia sejati. Guys, ayo kita cintai dan bangga akan Indonesia, apapun itu kondisinya. Salam 100% Cinta Indonesia

The Power of Love

Kalau dipikir-pikir terkadang menurutku cinta itu aneh bin ajaib. Amazing guys! Lebih mudah mengalaminya ketimbang menerangkannya. Konsep cinta terasa begitu abstrak, namun energy yang ditimbulkannya sungguh nyata.
Cinta mampu membuat orang yang tadinya lemah menjadi begitu kuat. Cinta mampu merubah seorang pecundang menjadi ksatria yang gagah. Cinta mampu merubah seorang penakut menjadi pemberani sejati. Bahkan energy yang ditimbulkan oleh cinta yang tulus bisa memberikan efek penyembuhan bagi orang yang dicintanya. Amazing!
Aku melihat teman-teman yang sedang jatuh cinta biasanya akan menunjukkan penampilan yang berbeda. Mereka yang sedang dimabuk cinta nampak lebih enerjik dan agresif. Wajahnya sumringah, berseri-seri. Bahkan terkadang suka ketawa-ketiwi, senyam-senyum sendiri (ayo pada ngaku… hehe). Semangatnya lebih menggebu-gebu, seperti baru saja kejatuhan rejeki dari langit.
Itulah energy cinta. Ketika benih-benih cinta telah hinggap pada sepasang hati anak manusia, maka energy cinta akan membawa mereka pada sejuta pesona hidup yang serba memikat. Hidup pun menjadi semakin berwarna. Canda tawa, senang sedih, suka duka dilewati bersama sang kekasih tercinta. Dunia pun serasa milik berdua. Yang lain hanya mengontrak. (sebegitu lebay-nya kah? )
The power of love! Cinta mampu mengubah segalanya. Yang menjadi pertanyaan sekarang, mau diarahkan kepada cinta sejati yang penuh kemuliaan atau mau dijerumuskan kepada “cinta palsu” yang menghinakan. Yang pasti semua orang inginkan cinta terindah! Cinta terindah berarti cinta yang menjaga kesucian serta kesetiaan, cinta yang luhur. Cinta terindah itu mendamaikan, saling menghargai, saling mengasihi dan mampu membawa “pecinta” ke arah yang lebih baik. Cinta terindah is amazing guys! 

Jumat, 06 Mei 2011

Revitalisasi Pendidikan Karakter

“Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti”, itulah subtema Hari Pendidikan Nasional tahun ini. Yang tema utamanya adalah “Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa”. Ini menunjukkan adanya upaya Pemerintah untuk mentasbihkan kembali hakikat pendidikan yang telah ditekankan oleh Ki Hajar Dewantoro pada jauh-jauh hari. Menurut Ki Hajar Dewantoro pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan jasmani anak didik.



Pada realitasnya kini pendidikan di Indonesia masih jauh dari apa yang dicitakan oleh Ki Hajar Dewantoro tersebut. Kekerasan dalam pendidikan masih terjadi. Plagiarisme dan jual-beli ijazah sudah menjadi rahasia umum. Bahkan berbagai kasus perjokian kembali mewarnai pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini. Ironisnya ada oknum guru di beberapa sekolah tertentu yang turut berkompromi dalam kasus perjokian tersebut. Ini tentu tidak saja telah mencoreng martabat bangsa namun juga sangat bertentangan dengan hakikat pendidikan itu sendiri.

Kompleksitas persoalan moral dalam dunia pendidikan menjadi salah satu alasan pentingnya pendidikan karakter bagi bangsa ini. Terlebih lagi akhir-akhir ini banyak gerakan berbasis ideology yang mencoba menyusupkan pemikiran-pemikiran sesat kepada para generasi muda Indonesia. Ada yang melalui “cuci otak” atas nama gerakan NII, hingga bahkan beberapa berhasil terekrut menjadi teroris. Ini mengindikasikan belum maksimalnya implementasi pendidikan karakter di sekolah dan perguruan tinggi. Lemahnya legitimasi nilai budi pekerti dalam dunia pendidikan memang masih menjadi salah satu tantangan bagi tercapainya pendidikan karakter.

Melalui peringatan Hardiknas ini bisa kita jadikan sebagai moment untuk bersama-sama merevitalisasi gerakan pendidikan karakter bangsa. Maka dari itu setiap lembaga penyelenggara pendidikan jangan hanya mengejar prestasi akademik ataupun akreditasi semata. Namun juga wajib menjunjung tinggi budi pekerti sebagai landasan dalam meraih prestasi tersebut; seperti kejujuran, kedisiplinan, kerjasama, dsb. Dalam mendorong terwujudnya pendidikan karakter harus dimulai dengan adanya tauladan yang baik dari para pendidik. Seperti semboyan Ki Hajar Dewantoro; “Ing ngarso sung tulodo, Ing madya mangun karso, Tut wuri handayani”.