Jumat, 10 Agustus 2012

Wujudkan Cita-Cita Bangsa! (Renungan HUT RI Ke-67)

17 Agustus 2012 ini akan genap sudah 67 tahun Indonesia merdeka. Namun waktu yang demikian lama itu ternyata belum mampu mendewasakan bangsa ini. Terlalu banyak energy bangsa ini yang terbuang sia-sia hanya untuk saling menyalahkan, saling bermusuhan, saling fitnah, saling menjatuhkan dan sebagainya. 

Terkadang begitu mudahnya bangsa ini diadu domba oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab. Hingga terjadilah perang antar saudara sebangsa yang kerap tidak kita sadari. Sudah cukup banyak nyawa yang melayang sia-sia akibat pertikaian antar kelompok/etnis. Sungguh ironis dan memalukan sekali. 

Semestinya melalui peringatan HUT kemerdekaan ini mampu mengingatkan kita semua akan cita-cita para the founding fathers yang hingga kini belum tercapai sepenuhnya. Cita-cita the founding fathers tersebut dengan jelas tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Yang antara lain yaitu: melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta turut menciptakan perdamaian dunia. 

Cita-cita the founding fathers tersebut kini menjadi cita-cita luhur bangsa Indonesia. Yang berarti merupakan tujuan nasional didirikannya negara kesatuan Republik Indonesia. Untuk mewujudkannya memang tidak mudah. Terlebih akhir-akhir ini banyak ancaman yang terus menghantui bangsa Indonesia. Mulai dari terorisme, korupsi, radikalisme, kriminalitas, dan sebagainya. 

Namun kita semua harus tetap optimis, jangan sampai gentar dengan ancaman-ancaman itu. Apapun yang terjadi harus kita hadapi bersama . Dengan modal sosial yang bangsa ini miliki mari satukan tekad, bersama wujudkan cita-cita bangsa yang juga merupakan amanah dari the founding fathers kita. 

Seperti pesan Bung Karno, bahwa kemerdekaan adalah jembatan emas. Kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan bangsa Indonesia. Namun merupakan jalan untuk mewujudkan cita-cita bangsa sebagai tujuan luhur kita bersama. Salam merdeka untuk kita semua. Sekali merdeka tetap merdeka!

"Mereka Istimewa" (Puisi untuk Sahabat ABK)


Mereka terasing diantara keramaian 
Mereka tertindas di alam kemerdekaan 
Mereka terpasung di lembah kebebasan 
Dan mereka tercabik dalam kefakiran 

“Dan siapakah mereka itu kawan?” 
Mereka saudara kita! 
Namun mereka memiliki keterbatasan 
Orang menyebutnya kecacatan 
Bahkan ada yang tega mengatakan itu kutukan 
Entahlah! 

Mereka sama seperti kita 
Butuh makan saat lapar 
Butuh minum saat dahaga 
Butuh oksigen untuk bernafas 
Karena sejatinya kita memang bersaudara! 

Yang terkadang terlupa oleh kita adalah 
Mereka butuh dihargai 
Mereka ingin diakui eksistensinya 
Sebagai manusia yang layak dan setara 

Coba renungkan kawan! 
Siapakah diantara kita yang mau terlahir cacat? 
Terhina dan terasingkan dari kehidupan manusia yang sok sempurna 
Padahal bukankah sejatinya kesempurnaan itu hanya milik Tuhan? 
Kita pun sok jadi hakim yang bisa memutuskan dan menghakimi mereka 
Dengan kata diskriminasi 

Padahal diskriminasi adalah sebuah kata-kata terkutuk 
Ia bagai racun ular paling berbisa di dunia 
Diskriminasi adalah penindasan di alam kemerdekaan 
 Yang lebih kejam dari kemiskinan 

Yang mereka butuhkan adalah kesetaraan 
Bukan ejekan ataupun cemoohan 
Mereka butuh pemberdayaan 
Bukan belas kasihan ataupun ibaan


Don't Judge a book by cover

Maha Cinta, Menebar Kasih, Raih Kebahagiaan !

Wahai sahabat dan saudara pembaca sekalian, benarkah diantara kita sering menganggap remeh suatu ciptaan Tuhan YME yang ada di muka bumi ini? Contohnya saja menghina orang cacat atau mungkin juga sering menganggap “enteng” orang lain dan merasa dirinyalah yang paling hebat. Atau mungkin malah kita sendiri sering merasa minder diri tak berarti dan tak berguna. 

Jika kenyataannya demikian, maka segeralah kita merenung dan bertaubat kepada-Nya :) Coba kita resapi bersama kata-kata berikut: “Seandainya Sang Pemberi Kehidupan mencabut waktu kehidupan kita dan bertanya kepada kita, apakah kita sudah berani berdiri tegak dihadapan-Nya dengan mengatakan prestasi terbaik dan manfaat yang telah kita lakukan dengan menggunakan segala anugerah dari-Nya?”. “Apakah kita sudah siap mempertanggungjawabkan semuanya?” :)

Sadar atau tidak sesungguhnya hidup kita ini penuh dengan anugerah dan karunia-Nya. Sahabat dan saudara sekalian, tanpa diminta Tuhan telah memberikan karunia kepada kita semua berbagai anugerah yang teramat istimewa dalam kehidupan ini. Pernahkah sejenak kita berfikir, betapa berharganya berbagai anugerah istimewa yang telah Tuhan karuniakan kepada kita semua. 

Segala anugerah dan karunia Tuhan kepada kita para hamba-Nya takkan ternilai harganya. Semua itu takkan bisa diukur dengan harta benda maupun nilai mata uang manapun. Sebab anugerah yang telah dikaruniakan-Nya kepada kita semua sangat besar dan tak terbatas. Karena Dia-lah Zat Yang Maha Cinta. 

Mari sejenak kita refleksi diri dan merenungi atas kebesaran-Nya itu. Dia-lah Tuhan Yang Maha Cinta yang telah mengkaruniakan kepada kita semua berbagai anugerah yang tak ternilai harganya. Mulai dari fisik yang berfungsi dengan sempurna, otak yang kecerdasannya luar biasa, juga hati untuk merasa. Dia-lah Tuhan Zat Yang Maha Kasih, yang telah mengkaruniakan kepada kita semua mata untuk melihat, mulut untuk bicara, telinga untuk mendengar, kaki untuk berjalan dan menopang tubuh, serta anugerah istimewa lainnya. 

Bahkan untuk sekedar bernafas setiap detik hidup kita selalu menghirup oksigen yang Tuhan berikan secara cuma-cuma. Apa kita pernah ditagih oleh Tuhan untuk membayar semua itu? Tidak mungkin dan tidak akan pernah. Karena sesungguhnya Dia-lah zat Yang Maha Kaya dan zat Yang Yang Maha Pengasih. Sungguh amatlah tak terhingga segala anugerah dan karunia-Nya terhadap kita hamba-hamba-Nya. Nah dalam hal ini sudahkah kita bersyukur kepada-Nya? Atau minimal sudahkah kita menghargai berbagai karunia-Nya yang luar biasa itu? 

Tentu semua ini kembali lagi kepada pribadi masing-masing, hanya Anda sendiri yang mampu menemukan jawabannya. Karena sesungguhnya jawaban itu ada di dalam hati Anda masing-masing. Yang terpenting saat ini kita harus selalu ingat dan sadari bahwa hidup ini merupakan karunia Tuhan Sang Pemberi Kehidupan. Tuhan memberikan segala anugerah dan karunia-Nya yang amat istimewa kepada kita sekalian tentu tidak sembarangan. Pasti ada rahasia dan tujuan dibalik semua itu. Yang pasti kita harus mampu menggunakan segala anugerah dan karunia-Nya itu untuk tujuan yang mulia. 

Maka dari itu jangan pernah menyerah atas segala keadaan yang ada pada diri kita. Syukuri saja apa adanya, baik itu kekurangan maupun kelebihan yang ada pada diri kita. Ingatlah bahwa tidak ada yang sia-sia atas segala ciptaan-Nya. Selalu ada hikmah dan rahasia dibalik segala ciptaan-Nya itu. 

Dan jangan pula kita remehkan orang lain, apapun latar belakangnya dan siapapun itu. Bagaimanapun kondisinya harus tetap kita hargai, karena itu semua adalah ciptaan-Nya. Ketika diantara kita meremehkan atau menghina ataupun mencemooh orang lain yang dianggap lebih buruk dari kita, maka sesungguhnya secara tidak langsung kita sedang meremehkan, menghina dan mencemooh Sang Pencipta-nya. 

Ingat sahabat sekalian, bahwa setiap diri kita itu sama dihadapan Tuhan. Hanya saja derajat ketaqwaan kita-lah yang membedakannya. Iya nggak? :) 

Nah para pembaca sekalian, lebih baik jangan pernah remehkan segala anugerah dan karunia-Nya, baik itu yang ada pada diri kita maupun orang lain. Karena sesungguhnya hidup ini penuh dengan anugerah, nikmat dan karunia-Nya. Untuk itu, inilah saatnya kita bangkit bersama. Jangan ada lagi perasaan “rendah diri” ataupun perasaan minder yang berlebihan-lebihan, walaupun di samping itu juga jangan lantas menyombongkan diri. 

Jangan pernah pula kita remehkann orang lain. Bagaimanapun kondisinya harus tetap kita hargai. Mungkin itu bisa dibilang merupakan wujud sederhana atas rasa terimakasih atau syukur kita kepada Sang Pencipta. Namun sesungguhnya tidak cukup sampai di situ saja. Malu donk sama Tuhan, hehehe….. :) 

Kita sebaiknya harus mampu menggali berbagai keunikan dan kekuatan pribadi yang telah dikaruniakan oleh Tuhan. Kita maksimalkan segala potensi diri kita yang merupakan anugerah dari Tuhan untuk menorehkan prestasi terbaik dalam kehidupan. 

Kita juga harus bisa memberikan manfaat positif bagi kemajuan kehidupan dengan menggunakan karunia dari-Nya untuk tujuan-tujuan mulia. Jangan segan-segan membantu dalam kebaikan dan berbagi kepada sesama. 

Mari buktikan kepada Tuhan Yang Maha Cinta, kita mampu menggunakan penglihatan, pendengaran, mulut, tangan, kaki, otak dan semua indera yang Dia titipkan kepada kita untuk tujuan-tujuan yang mulia. Kita bisa hidup di dunia ini karena cinta dan kasih-Nya. Kita hanyalah manusia biasa yang tak sempurna, bukan makhluk suci seperti malaikat. Maka salinglah menghormati, jangan mengumbar aib orang lain dan jangan meremehkan apapun itu.