Jumat, 05 Februari 2010

Surat dari SKP Presiden SBY

Setelah sekian lama sabar menanti sebuah jawaban (cie bahasnya…..), akhirnya surat balasan itu datang juga. Aku sangat bahagia karena surat itu beralamatkan Sekretariat Kabinet Republik Indonesia dan berstempel Kantor Presiden. Surat itu merupakan balasan dari pemerintah atas surat yang telah kulayangkan kepada Bapak Presiden RI beberapa waktu yang lampau.

Beberapa waktu yang lampau aku telah melayangkan surat kepada Bapak DR. H. Soesilo Bambang Yudhoyono. Hal ini sebagai wujud komitmen dan keprihatinan seorang Cipto Wardoyo yang sangat mendalam atas kondisi bangsa Indonesia saat ini, khususnya menyangkut masalah pendidikan, moral generasi muda, kesenjangan social, kemiskinan, dll.


Aku memang tak suka beretorika, banyak omong kosong (tanpa aksi), ataupun cari ketenaran dan sensasi belaka. Tapi aku lebih suka aksi nyata yang langsung menyentuh aspek-aspek vital dalam kehidupan ini. Entah itu orang tahu atau tidak, entah itu masyarakat melihat atau tidak, entah itu media masa meliput atau tidak. Yang terpenting dari ku adalah bisa memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, agama, nusa, bangsa dan Negara. Dan semua itu ikhlas kulakukan atas panggilan hati dan mengharap ridho-Nya.


Di dalam surat itu aku memberikan beberapa informasi, kritik, dan saran (rekomendasi) kepada pemerintahmenyangkut apa yang aku lihat dan amati selama ini. Dari isi suratku tersebut ada beberapa point yang dapat aku publikasikan, antara lain:

~Masalah pendidikan : kualitas pendidikan, inkonsistensi kurikulum, penghapusan UN, dll
~Masalah social : kemiskinan, pengangguran, tingginya harga-harga bahan pokok, dll

~Masalah kemerosotan moral pada generasi muda
~Dampak kemajuan ICT : pornografi & pornoaksi, dll
~Penegakkan hokum & pemberantasan korupsi
~Dll

Dan berikut ini beberapa garis besar dari isi surat balasan yang aku terima tertanda Sekretariat Kabinet RI atas nama SKP. Sardan Marbun,

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Surat yang saudara kirimkan melalui ( ***sensor*** ), telah diterima Presiden dengan baik dan senang hati, karena dapat berkomunikasi melalui surat dengan Saudara. Mengingat kesibukan Bapak Presiden, kami diperintahkan untuk membalas dan menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan atas informasi, saran, dukungan dan partisipasinya.

Pemerintah sangat memperhatikan kualitas pendidikan, baik infrastruktur pendidikan, anak didik, maupun tenaga pendidik. Kurikulum pendidikan yang relative permanent, tetapi tetap sejalan dan sesuai perkembangan zaman akan sangat membantu. Mengingat Negara kita yang masih berkembang, berbagai perubahan tidak dapat dihindari, namun harus didasari dengan kajian yang mendasar dalam menuju kurikulum yang permanent. Pemerintah terus berupaya melakukan hal terbaik bagi dunia pendidikan, dan hal itu akan berhasil bila didukung semua pihak, dengan berusaha memberi solusi yang terbaik.

Kemajuan teknologi akan memberi dampak positif dan negative. Permasalahannya bagaimana memanfaatkan yang positif dan mengurangi hal-hal negative, yakni antara lain dengan mempertebal keimanan. Mengenai upaya pemberantasan korupsi dilakukan pemerintah bertujuan untuk kemajuan Negara dan bangsa bukan untuk kepentingan politik demi kekuasaan, alias tidak tebang pilih seperti yang banyak dinilai kalangan yang apriori. Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dilakukan pembangunan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, sedangkan bagi PNS dinaikkan gaji. Hal ini akan berjalan secara automatis dengan hukum ekonomi yakni supply dan demand.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu membimbing dan meridhoi upaya kita bersama di dalam menjalani kehidupan dan melaksanakan tugas pembangunan untuk kejayaan Negara dan bangsa Indonesia.

Itulah beberapa isi surat yang tertanda Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, atas nama SKP Sardan Marbun. Semoga bisa menjadi motivasi dan perhatian untuk kita semua.