Selasa, 06 Juli 2010

MENYUSURI JEJAK SEJARAH "KAWASAN KOTA TUA"



Jakarta sebagai kota metropolitan yang sarat akan modernitas dan kemacetan-nya itu ternyata masih memiliki kawasan unik yang menyimpan nilai sejarah tinggi bagi bangsa Indonesia. Kawasan unik nan bersejarah itu bernama kawasan Kota Tua. Letaknya di jalan Fatahillah, Jakarta Utara. Sekitar 4 hingga 5 kilometer dari Tugu Monumen Nasional.

Menurut data sejarah, kawasan kota tua ini merupakan hasil rancangan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Jan Peiterzoon Coen tahun 1628 yang ingin membangun Amsterdam di Batavia. Batavia adalah sebutan awal bagi Jakarta waktu itu. Ketika berada di kawasan Kota Tua ini, seakan kita diajak melihat kembali perjalanan sejarah kota Jakarta. Di kawasan Kota Tua terdapat beberapa bangunan kuno yang unik dengan rancangan arsitektur bergaya Eropa.

Keindahan Kota Tua tidak hanya terasa dari sisi luarnya saja. Tetapi juga dari beberapa bangunannya yang hingga saat ini masih berdiri tegak dan masih layak untuk digunakan. Salah satunya, Museum Sejarah Jakarta atau yang seringkali disebut Museum Fatahillah. Luasnya sekitar 13 ribu meter persegi. Bangunan ini didirikan atas perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda Johan Van Hoorn sekitar tahun 1707 hingga 1710. Konon, peletakan batu pertama pembangunan gedung ini dilakukan tanggal 25 Januari 1707 semasa pemerintahan Van Hoorn. Kemudian, pelaksanaan pembangunan diteruskan di bawah pemerintahan Gubernur Jendral Abraham van Riebeeck hingga diresmikan tahun 1710. Awalnya, konon bangunan ini digunakan sebagai balai kota, kantor Penasehat Gubernur Jendral, dan Ruang Pengadilan.

Namun sejak, 30 Maret 1974 gedung ini berubah fungsi dan dipugar. Kemudian, diresmikan sebagai museum Fatahillah oleh Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta waktu itu, Bapak Ali Sadikin. Sebagai saksi bisu perjalanan sejarah bangsa Indonesia, di museum ini terdapat bekas penjara bawah tanah yang pernah digunakan ketika Indonesia di bawah pemerintahan Hindia Belanda.

Tidak hanya itu, museum ini juga menyimpan beberapa koleksi yang tentunya menjadi barang berharga bagi Indonesia. Seperti keramik, gerabah, batu prasasti serta mebel antik yang dibuat sekitar abad ke-17 Masehi. Bukan hal yang aneh jika museum ini seringkali dikunjungi oleh beberapa wisatawan baik domestik maupun mancanegara.


Menyusuri kawasan Kota Tua Jakarta, akan membuat kita merasakan pesona Jakarta di masa lampau. Itulah sebabnya, mengapa kawasan ini seringkali disebut dengan Jakarta Tempo Dulu. Dari pengamatan penulis saat bermain ke Kawasan Kota Tua, nampak banyak sekali para pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri. Apalagi pada malam minggu, di sekitar kawasan Kota Tua selalu dipadati pengunjung baik para kawula muda maupun orang tua. Penulis juga melihat banyak sekali para pecinta sepeda yang sering berkumpul di sana. Di kawasan bersejarah tersebut juga terdapat ojek "sepeda onthel" yang bisa kita sewa sembari menikmati museum-museum di kawasan Kota Tua. Jika perut mulai terasa lapar, kita pun disuguhi berbagai jajanan yang ada di sana. So, jika Anda tertarik mencobanya, silahkan kunjungi  Kawasan Kota Tua di Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar