Rabu, 25 April 2012

Hadirkan Kembali Semangat Kartini

 Tanggal 21 April merupakan salah satu moment yang istimewa bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal tersebut selalu diperingati sebagai Hari Kartini. Raden Ajeng Kartini merupakan sosok pejuang emansipasi wanita yang begitu tangguh. Tidak heran jika dari dulu hingga kini beliau tidak pernah lekang oleh waktu, walaupun keberadaannya jauh di alam sana. Namanya selalu dikenang, selalu dipuji, dan tidak pernah luput dari ingatan sejarah bangsa ini. Raden Ajeng Kartini begitu istimewa bukan karena merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, mantan bupati Jepara pada masa tahun 1900-an. Namun beliau dikenang bangsa ini karena perjuangan dan jasa-jasanya. 

Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari seorang Raden Ajeng Kartini. Diantaranya adalah semangatnya dalam memperjuangkan kesetaraan dan hak-hak perempuan masa itu. Terutama hak perempuan dalam memperoleh pendidikan yang setara dengan para kaum laki-laki. Melalui pendidikan yang berkualitas dan setara dengan kaum laki-laki, diharapkan para kaum perempuan bisa bangkit dan turut memajukan bangsa ini. Seiring berjalannya waktu kini cita-cita Raden Ajeng Kartini semasa hidupnya itu benar-benar telah terwujud. Bisa kita saksikan bersama, kini di sekolah-sekolah maupun kampus justru banyak peserta didik perempuan yang tampil sebagai juara. Banyak pula perempuan yang saat ini mampu menduduki posisi penting dalam pemerintahan baik itu sebagai bupati, Kapolres, wakil Gubernur, menteri, hingga bahkan Presiden. 

Semua itu tidak bisa terlepas dari semangat Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita pada zaman dulu kala. Sehingga sekarang ini para kaum wanita bisa bebas berekspresi dan menentukan jalan hidupnya sendiri. Posisi antara laki-laki dan wanita adalah sama, kecuali dalam menjalankan peran sebagai bawaan yang sifatnya kodrat Ilahi. Maka sudah seharusnya tidak ada lagi istilah “pingit”, tidak ada lagi yang namanya KDRT, tidak ada lagi kasus aborsi dan diskriminasi terhadap perempuan dalam bentuk lainnya. Nyatanya kasus-kasus tersebut akhir-akhir ini masih terus terjadi bak jamur yang tumbuh subur di negeri ini. 

Maka dari itu sudah saatnya melalui moment peringatan Hari Kartini ini, kita bangkitkan kembali semangat Kartini tersebut dalam berbagai aspek kehidupan. Jangan sampai peringatan Hari Kartini yang terjadi setiap tahunnya hanya sekedar seremonial belaka. Peringatan Hari Kartini harus dimaknai dan dihayati secara mendalam sebagai introspeksi generasi Kartini era modern. Masyarakat juga harus terus dihimbau dan disadarkan bahwa posisi antara laki-laki dan perempuan adalah setara. Maka dari itu jangan ada lagi diskriminasi terhadap kaum perempuan dalam bentuk apapun itu. Negara dalam hal ini Pemerintah juga wajib menjamin perlindungan atas hak-hak kaum prempuan, termasuk terwujudnya kesetaraan gender.